Review Drama Thailand Bertema Sekolah – Hormones The Series

Hormones The Series adalah serial remaja Thailand yang mengisahkan tentang remaja-remaja yang memiliki berbagai persoalan dengan kenakalan-kenakalannya yang kadang di luar batas, termasuk mengangkat cerita tentang pergaulan bebas, LGBT, dan narkoba. Makanya walaupun berlatarkan SMA, drama ini hanya boleh ditonton oleh mereka yang berusia 18 tahun ke atas. Menurut cerita sih drama ini sangat nge-hits di Thailand, sampai-sampai dibuat ke dalam 3 season. Pemain-pemainnya pun ganteng-ganteng dan cantik-cantik sehingga menyegarkan mata penontonnya. Drama ini juga membuat saya beberapa kali meneteskan air mata karena menyajikan adegan-adegan yang cukup menyentuh.

Season 1

Pemain dari season 1 biasa disebut dengan hormones 1st gen, mereka antara lain Win (Pachara Chirathivat), Kwan (Ungsumalynn Sirapatsakmetha), Toei (Sutatta Udomsilp), Phu (Chutavuth Pattarakampol), Mhog (Sirachuch Chienthaworn), Tar (Gun Chunhawat, Dao (Sananthachat Thanapatpisal), Phai (Thanapob Leeratanakajorn), dan Sprite (Supassara Thanachat). Setiap episodenya mengangkat cerita dari salah satu karakter beserta masalah yang dia hadapi. Jadi tidak semua pemain muncul di setiap episode, hanya episode-episode tertentu yang menceritakan tentang dirinya atau orang lain yang dekat dengannya.

Di season ini terbagi beberapa cerita. Pertama tentang Win, Kwan, dan Mhog. Win adalah cowok keren yang terkenal di sekolah dan dia juga pintar, tapi dia sangat suka membuat masalah. DIam-diam Win jatuh cinta pada Kwan, anak teladan yang selalu meraih nilai tertinggi di sekolah. Sahabat Win, yaitu Mhog, sangat akrab dengan Kwan, mereka pun dekat dan saling suka.

Ada juga cerita tentang Toei, Phu, dan Tar. Toei adalah cewek cantik yang cukup tomboy sehingga dia sangat mudah akrab dengan teman-teman cowok. Hal ini membuat teman-teman cewek di kelasnya (yang juga se-geng-nya) iri, Toei pun dijauhi dan dibully. Tar yang selama ini sebangku dengan Toei diam-diam menyukai Toei, namun Toei masih menyimpan rasa ke mantannya yaitu Phu. Sedangkan Phu sendiri masih bingung denganorientasi seksualnya, dia kadang suka cewek kadang juga suka cowok.

Selain itu ada kisah tentang Dao, cewek polos yang selalu dimanja ibunya. Dao ingin ibunya membiarkan dia mandiri, sampai suatu ketika Dao melakukan hal di luar batas dan dia sadar apa yang dilakukan ibunya selama ini untuk melindunginya. Diceritakan juga tentang Phai yang suka tawuran dan Sprite yang selalu gonta-ganti cowok. Phai dan Sprite jatuh cinta dan mereka berdua berubah untuk menjadi yang lebih baik.

Drama ini seru sekali walaupun konfliknya kadang terlalu berlebihan untuk anak SMA, tapi 1 episode berasa sangat cepat saking serunya. Di season ini memang masih banyak masalah yang belum terselesaikan, tapi alurnya sangat rapi dan musah dipahami.

Rating dari saya: 9.25/10

Season 2

Season 2 ini masih menceritakan tentang para pemain Hormones 1st gen, walaupun ada tambahan pemain yang disebut sebagai Hormones 2nd gen. Kabarnya sih pemilihan pemain untuk 2nd gen dilakukan dengan cara audisi di berbagai SMA Thailand. Hingga terpilihlah Non (Thiti Mahayotaruk), Kanompang (Nichaphat Chatchaipholrat), Oil (Narikun Ketprapakorn), Sun (Teeradon Supapunpinyo), dan Jane (Kanyawee Songmuang).

Season 2 ini memang dibuat untuk menceritakan bagaimana akhir dari kisah-kisah pemain yang ada di season 1. Pemain 1st gen pun diceritakan lulus di episode terakhirnya. Pemain dari 2nd gen pun tidak terlalu banyak dibahas karena mereka menjadi seseorang yang dikenal oleh pemain 1st gen, kecuali Kanompang yang cukup banyak muncul sebagai pacar Tar. Secara umum sih tetap seru, tapi karena jam tayangnya ditambah cukup banyak dari sekitar 45 menit di season 1 menjadi sekitar 80 menit jadi kesannya agak diulur-ulur. Menurut saya banyak scene yang sebenarnya tidak begitu penting di season 2 yang mengurangi keasyikan ceritanya.

Rating dari saya: 8.5/10

Season 3

Sebenarnya season 3 ini buat saya merupakan season yang paling real, ceritanya tidak banyak membahas kenakalan remaja yang berlebihan, cenderung membahas konflik hubungan antara remaja dengan temannya ataupun dengan orang tuanya. Pemain 2nd gen menjadi tokoh utama di season 3 ini. Selain itu ada pemain-pemain lain dengan cerita mereka sendiri antara lain Boss (Sarit Tailetwichen), First (Nutchapan Paramacharenroj), Pala (Wongrawee Nateeton), Zomzom (Narupornkamol Chaisang), Mali (Atitaya Craig), dan Robot (Jirayus Khawbaimai).

Non adalah anak yang ceria dan supel, dia disukai teman-temannya. Suatu saat ada pemilihan ketua Osis, Boss yang ingin membuktikan potensi dirinya akhirnya mencalonkan diri dengan mengajak Non agar dukungan yang didapat tinggi. Tapi nyatanya Non lebih disukai sehingga Boss mengundurkan diri dan memilih menjadi wakil. Setelah Non terpilih, Boss semakin dijauhi anggota Osis lain karena sikapnya yang dianggap menjengkelkan. Boss akhirnya mengacaukan kegiatan Osis yang menyebabkan Non dalam masalah. Walaupun demikian Kanompang yang juga merupakan anggota Osis selalu mendukung Non, Non pun jatuh cinta pada Kanompang.

Oil yang merupakan sahabat Kanompang diam-diam iri dan menyebarkan rumor buruk tentang Kanompang. Apalagi setelah tau bahwa First, cowok yang disukai Oil, malah menyukai Kanompang. Demi dekat dengan First, Oil pun rela menjadi mak comblang. Namun lama-kelamaan sikap iri Oil semakin tidak terkendali, dia pun selalu berbohong agar orang lain simpati padanya dan membenci Kanompang.

Ada juga cerita mengenai Zomzom yang orang tuanya bercerai. Zomzom selama ini tinggal bersama ayahnya kaget ketika ayahnya mengajak pacarnya tinggal bersama mereka. Pacar ayah Zomzom adalah ayah Mali. Hingga akhirnya Mali dan ayahnya tinggal di rumah Zomzom, lama-kelamaan Zomzom bisa menerima kehadiran Mali. Zomzom juga punya pacar yaitu Pala, anak dari pengidap HIV.

Buat saya cerita season ini gak kalah seru dibandingkan season-season sebelumnya. Meskipun ada beberapa cerita yang ending-nya kurang greget (mungkin karena keterbatasan jumlah episode), tapi semua karakter berakhir dengan happy ending!! Yang menarik juga semua anak Hormones 1st gen ikut jadi cameo di episode terakhir. Buat saya drama Hormones adalah yang paling recommended dibandingkan drama-drama sekolah lainnya 🙂

Rating dari saya: 9.25/10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s